Kangen
By: agussyafii
Anak kecil itu bercerita pada teman-temannya bahwa dirinya mimpi ketemu kanjeng Nabi, semua teman-temannya menyimak serius. Seperti apa kanjeng nabi itu? tanya temannya. anak kecil mengatakan 'tidak tau bagaimana wajah kanjeng nabi itu, tapi kanjeng nabi itu seperti bapakku sendiri. Mengelus dan mengusap kepalaku.'
anak kecil itu sudah sejak usia lima tahun bapaknya meninggal dunia, dia hidup dibelantara ibukota bersama emaknya. emaknya pemulung, mengais sampah untuk membesarkan anaknya. emaknya tidak bisa mensekolahkan, biar aja nggak sekolah asal dia bisa ngaji dan jadi anak yang sholeh, kata sang emak.
Pernah satu hari anak kecil itu menggambar bulat dengan warna kuning ditengahnya. Emaknya tidak mengerti apa yang sedang digambarnya, kamu lagi gambar matahari ya..? "Nggak mak, aku lagi gambar kanjeng nabi," jawabnya. "Kok bulat kayak matahari?" tanya Emaknya. "Ini bukan matahari mak, ini cahaya yang ada wajah kanjeng nabi." kata anak kecil itu.
Anak kecil itu mempercayai kata ustadznya bahwa jika seseorang
bermimpi bertemu dengan kanjeng nabi memang benar-benar bertemu, tidak bisa diserupai oleh setan. Sejak itu seluruh kamarnya ditempeli gambar "matahari" dan ketika dia kangen memandangi gambar-gambar itu karena dia sudah tidak ingat lagi wajah bapaknya. Dia hanya ingat mimpinya yang indah, ada orang yang mengusap dan mengelus kepalanya dikala hatinya sedang bersedih.
Setelah sekian puluh tahun anak kecil itu tumbuh dewasa. malam itu sepulang dia mengamen, pada bulan suci ramadhan, dia
membawakan gorengan dan sebungkus nasi untuk berbuka puasa. dikursi sang emak nampak tertidur pulas sambil memeluk selembar kertas gambar "matahari."
sumber : fb group Mukzizat Shalat dan Doa
Rabu, 13 Oktober 2010
Sabtu, 02 Oktober 2010
Ayo berkarya....!

Redaksi
BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman cerpen. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda.
Selamat Menulis Kreatif!
***
1. Republika
sekretariat@republika.co.id
2. Kompas
opini@kompas.com, opini@kompas.co.id
3. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
4. Jawa Pos
editor@jawapos.co.id
5. Suara Merdeka
triwikromo@yahoo.com
6. Suara Pembaruan
koransp@suarapembaruan.com
7. Suara Karya
amiherman@yahoo.com, redaksi@suarakarya-online.com
8. Jurnal Nasional
tamba@jurnas.com
9. Jurnal Bogor
donyph@jurnas.com
10. Seputar Indonesia
redaksi@seputar-indonesia.com
11. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.com
12. Kedaulatan Rakyat
redaksi@kr.co.id
13. Sinar Harapan
redaksi@sinarharapan.co.id
14. Tribun Jabar
cerpen@tribunjabar.co.id
15. The Jakarta Post (English)
editorial@thejakartapost.com
16. Surabaya Post
redaksi@surabayapost.info
17. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
18. Bangka Pos
redaksi@bangkapos.co.id
19. Riau Pos
redaksi@riauposonline.com, habeka33@yahoo.com
20. Sumut Pos
redaksi@hariansumutpos.com
21. Global Medan
tejapurnama@yahoo.com
22. Berita Pagi Palembang
huberitapagi@yahoo.com
23. Padang Ekspres
redaksi@padangekspres.co.id
24. Jurnal Cerpen
jurnalcerpen@yahoo.com
25. Majalah Horison
horisoncerpen@centrin.net.id, horisonpuisi@centrin.net.id, horisonesai@centrin.net.id dan kakilangit@centrin.net.id (khusus memuat karya-karya pelajar setingkat SMA)
26. Majalah Sabili
elkasabili@yahoo.co.id
27. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
28. Majalah Femina
kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id
29. Majalah Story
story_magazine@yahoo.com
30. Tabloid Nova
nova@gramedia-majalah.com
***
CONTOH PENGANTAR PENGIRIMAN
[1] Ada contoh bagus dari almarhum Kuntowijoyo, yang dicuplik pengasuh Horison pada cover majalah itu, Mei 2005.
Assalamu’alaikum w.w.
Redaksi Horison Yth.
Bersama ini saya kirimkan naskah “Maklumat Sastra Profetik”, meskipun terlalu panjang untuk format majalah. Karena itu, mohon jangan merasa di-faith accompli dan dipaksakan pemuatannya. Anggap saja kiriman ini sekadar sebagai pemberitahuan bahwa saya sudah menuliskannya.
Semua itu saya kerjakan, karena saya terlanjur dikabarkan—terutama lewat Horison—sebagai penganjur Sastra Profetik. Dan saya merasa “berdosa” kalau tidak saya kirim ke Horison terlebih dahulu. Sekali lagi, jangan segan-segan untuk TIDAK MEMUAT.
Mohon berita lewat telepon 0274-881-xxx, terutama selepas pukul 8:00 malam.
Wassalamu’alaikum w.w.
Yogyakarta, 1 Februari 2005
Kuntowijoyo
[2] Ahmadun Yosi Herfanda, Redaktur Sastra Republika, pernah menulis begini,
“Berhubung ada perubahan disain dan ukuran huruf untuk rubrik Sastra, maka para penyumbang naskah harap memperhatikan hal-hal sbb.
[a] Panjang naskah Cerpen dan Esei antara 7-8000 karakter (with space), diketik dengan program MSWord, dan tiap judul naskah dalam satu file.
[b] Untuk kolom Oase diutamakan sajak-sajak pendek, panjang tiap sajak tidak lebih dari satu layar MSWord (2-5 bait pendek).
[c] Dalam sekali kirim minimal enam judul sajak, dan dikemas dalam satu file, disertai biografi singkat dan foto diri close up bergaya santai.
[d] Semua naskah harus dikirim melalui email dengan sistem attachments ke sekretariat@republika.co.id dan di-CC ke ahmadun21@yahoo.com, tujukan ke Redaktur Sastra, dan lampiri nomor rekening bank untuk pengiriman honor.
[e] Naskah-naskah yang tidak memenuhi prosedur di atas tidak akan diperhatikan. Terima kasih.
sumber : http://lakonhidup.wordpress.com/redaksi/
Kamis, 30 September 2010
di ujung lelah
meski rasa tak berubah, bahkan mimpi masih berusaha dipancarkan... namun sesungguhnya aq sudah berada di ujung lelah...
aq mencoba berusaha sekuatny dn semaksimal aq mampu.. tetapi hingga diujung jalan ini, aq masih tak tahu apakah usaha q dihargai...
apakah usaha q akan membuahkan hasil seperti yang q inginkan ?
aq pun tak mngerti...
setidaknya telah q coba semua usaha yg bisa q lakukan... namun jika pada akhirnya tidak juga berubah dn hasil tdk sesuai yg q harapkan,,, toh harus ttp diterima dg lapang dn ikhlas...
semoga penghujung lelah ini memberi ku makna keikhlasan yang sebenar"nya...
aq tak ingin menyerah,
aq hanya lelah,
aq ingin beristirahat...
tuk bersiap menerima semuany dg kepasrahan dn keikhlasan...
lalu aq akan bangkit kembali,
dalam perjalanan waktu : sejarah, sekarang, dn masa depan...
aq mencoba berusaha sekuatny dn semaksimal aq mampu.. tetapi hingga diujung jalan ini, aq masih tak tahu apakah usaha q dihargai...
apakah usaha q akan membuahkan hasil seperti yang q inginkan ?
aq pun tak mngerti...
setidaknya telah q coba semua usaha yg bisa q lakukan... namun jika pada akhirnya tidak juga berubah dn hasil tdk sesuai yg q harapkan,,, toh harus ttp diterima dg lapang dn ikhlas...
semoga penghujung lelah ini memberi ku makna keikhlasan yang sebenar"nya...
aq tak ingin menyerah,
aq hanya lelah,
aq ingin beristirahat...
tuk bersiap menerima semuany dg kepasrahan dn keikhlasan...
lalu aq akan bangkit kembali,
dalam perjalanan waktu : sejarah, sekarang, dn masa depan...
Selasa, 28 September 2010
hanya percik
"rekam jejak...."
semoga kau mampu membaca apa yang ingin ku sampaikan melalui hal itu...
ketika membaca, membuka satu persatu q baca lembar karyamu, aq seperti telah mengenalmu jauh sebelum kita bertemu..
betapa kau curahkan semua gundah rasa, cita dan cinta
bahkan wacana pengetahuan mu dalam semua karyamu...
kemudian, perlahan melalui lembaran-lembaran itu pula ku titipkan semua rasa ku...
semua mimpi, cita, cinta dan harap ku pada mu....
aq ga ingin kehilangan mu, aku ingin terus bersama mu, aku ingin terus menemani mu dalam membuat karya ....
Ya, aku bahkan ingin kembali merebut hati mu...
semua untu ku....
tapi pada akhirnya aku hanya dapat diam..
Diam... dan hanya mampu menyimpannya dalam hati ku...
dalam seribu tanya dan bahasa dalam batin...
munkinkah? akankah?
hanya satu pintaku, semoga rekam jejak itu memiliki arti khusus untuk mu...
seperti ku simpan semua rasa ku di sana...
semoga kau mampu membaca apa yang ingin ku sampaikan melalui hal itu...
ketika membaca, membuka satu persatu q baca lembar karyamu, aq seperti telah mengenalmu jauh sebelum kita bertemu..
betapa kau curahkan semua gundah rasa, cita dan cinta
bahkan wacana pengetahuan mu dalam semua karyamu...
kemudian, perlahan melalui lembaran-lembaran itu pula ku titipkan semua rasa ku...
semua mimpi, cita, cinta dan harap ku pada mu....
aq ga ingin kehilangan mu, aku ingin terus bersama mu, aku ingin terus menemani mu dalam membuat karya ....
Ya, aku bahkan ingin kembali merebut hati mu...
semua untu ku....
tapi pada akhirnya aku hanya dapat diam..
Diam... dan hanya mampu menyimpannya dalam hati ku...
dalam seribu tanya dan bahasa dalam batin...
munkinkah? akankah?
hanya satu pintaku, semoga rekam jejak itu memiliki arti khusus untuk mu...
seperti ku simpan semua rasa ku di sana...
Selasa, 21 September 2010
hmmm...
pengen ke pantai ketemu matahariq yg berubah menjadi senja...
mo curhat kpd mrk,
mrk diam... tp menenangkan...
: matahari...
aq msh ingin bersama mu...
tp lokus mu memudar... bahkan menjauh pergi... kini kau terlalu menyengat, hangat mu pergi...
hujan, sebagai penyeimbang pun sudah tak mampu mencegah kepergian mu...
memang kau pergi, segera digantikan senja... tp senja hanya sementara..
aq tetap butuhkan mu...
namun aq harus menerima, bahwa kau telah 'pergi' bersama lokus mu...
kau temukan penyeimbang mu... yang memang berada dalam inti tubuh mu...
mo curhat kpd mrk,
mrk diam... tp menenangkan...
: matahari...
aq msh ingin bersama mu...
tp lokus mu memudar... bahkan menjauh pergi... kini kau terlalu menyengat, hangat mu pergi...
hujan, sebagai penyeimbang pun sudah tak mampu mencegah kepergian mu...
memang kau pergi, segera digantikan senja... tp senja hanya sementara..
aq tetap butuhkan mu...
namun aq harus menerima, bahwa kau telah 'pergi' bersama lokus mu...
kau temukan penyeimbang mu... yang memang berada dalam inti tubuh mu...
Selasa, 14 September 2010
masih tentang hujan
Masih Tentang Hujan
Memasuki bulan September, maka orang akan langsung tertuju oleh satu kata ....
hujan ...
jika menuruti kalender musim di Indonesia, bulan masehi yang berakhiran "ber" adalah musimnya hujan... Mulai dari September bahkan hingga Februari.
namun sekarang, perubahan cuaca atau anomali cuaca yg ekstrim membuat para ahli tidak bisa memastikan, kapan musim penghujan atau kemarau untuk wilayah Indonesia.
apapun musimnya, bagi ku hujan masih saja q cinta... :)
memang tak kan habis jika membicarakan tentang hujan...
karena semua rasa bisa diungkap hanya dengan tetesan air yang berasal dari langit (yg tentunya telah melalui berbagai proeses alam dulu doooonk... hehehe)
Hujan....
hmmmm.... tidak bisa dijelaskan, tak bisa digambarkan... atau teralalu banyak yg ingin ku ungkap akan hujan, sehingga pada akhirnya rasa lah yang lebih besar memaknai hujan..
Ya. hujanq.... luv u... ^^
hanya dirasakan...
Memasuki bulan September, maka orang akan langsung tertuju oleh satu kata ....
hujan ...
jika menuruti kalender musim di Indonesia, bulan masehi yang berakhiran "ber" adalah musimnya hujan... Mulai dari September bahkan hingga Februari.
namun sekarang, perubahan cuaca atau anomali cuaca yg ekstrim membuat para ahli tidak bisa memastikan, kapan musim penghujan atau kemarau untuk wilayah Indonesia.
apapun musimnya, bagi ku hujan masih saja q cinta... :)
memang tak kan habis jika membicarakan tentang hujan...
karena semua rasa bisa diungkap hanya dengan tetesan air yang berasal dari langit (yg tentunya telah melalui berbagai proeses alam dulu doooonk... hehehe)
Hujan....
hmmmm.... tidak bisa dijelaskan, tak bisa digambarkan... atau teralalu banyak yg ingin ku ungkap akan hujan, sehingga pada akhirnya rasa lah yang lebih besar memaknai hujan..
Ya. hujanq.... luv u... ^^
hanya dirasakan...
Minggu, 05 September 2010
luv u...
Aku tidak hanya mencintaimu, bahkan akan menjagamu, menyertaimu, mendukungmu dan berada disampingmu...
(kutipan scence dalam KCB spesial Ramadhan)
ini untuk mu lah.... ;p
(kutipan scence dalam KCB spesial Ramadhan)
ini untuk mu lah.... ;p
Langganan:
Postingan (Atom)